Efek Jika Malas Ganti Oli

Halo bertemu lagi dengan kami dalam tips-tips pintar dalam merawat kendaraan bermotor. Kali ini kami akan membahas perihal oli mobil. Langsung saja ya disimak.

Apakah anda termasuk orang yang kerap menunda-nunda untuk servis mobil dan mengganti oli? Jika iya maka segeralah menghilangkan kebiasaan buruk ini. Sejatinya setiap pabrikan mobil merekomendasikan konsumennya untuk mengganti oli mesin setiap kelipatan 10.000 km. Ternyata ada efek yang sangat berbahaya jika anda mengabaikan dalam hal mengganti oli.

Seperti yang kita ketahui bersama, oli mesin berfungsi untuk menghaluskan kinerja mesin mobil dan membersihkannya. Saat sudah waktunya untuk mengganti dan anda telat melakukannya, maka bisa membuat pelumasan tidak optimal. Dan akan menjadi penyebab kerusakan parah yang bakalan menguras dompet untuk perbaikannya.

Efek buruk yang paling pertama terasa adalah Anda bakalan lebih sering ke SPBU alias konsumsi BBM akan semakin boros dan tidak wajar. Ini karena jika oli mesin sudah waktunya diganti dan belum diganti, tarikan mesin akan makin berat. Inilah yang membuat mesin jadi menyedot BBM lebih banyak dari yang seharusnya.

Oli memiliki fungsi untuk membantu mengoptimalkan kerja mesin. Jika tidak rutin diganti, kualitas oli mesin akan menjadi turun, semakin kental dan juga menghitam. Dengan demikian, maka fungsi oli sebagai pelumas untuk membantu mesin bekerja dengan baik juga akan menurun. Dampaknya, tentu gesekan pada mesin juga akan meningkat dan dapat menurunkan kerja dan kualitas mesin mobil.

Tidak berhenti sampai di situ saja, mesin mobil Anda juga bakalan lebih cepat panas alias overheating. Oli mesin juga memiliki fungsi untuk membantu mendinginkan mesin mobil. Oli mesin yang lama tidak diganti akan memiliki kualitas yang buruk, sehingga fungsinya untuk membantu mendinginkan mesin mobil juga menjadi kurang maksimal. Akibatnya, mesin mobil akan semakin lambat untuk dingin dan berpotensi membuat mesin menjadi terlalu panas atau overheat.

Kemudian bisa menimbulkan suara mesin kasar, jantung pacu menjadi kotor atau sulit distarter ketika awal menyalakan mesin. Bayangkan jika seharusnya mobil Anda bisa digunakan dengan lancar, malah jadi panas dan kinerja mesin juga kacau. Belum lagi jika dipakai di medan yang naik turun, bisa-bisa mogok di tengah jalan.

Yang terakhir, adalah kerusakan pada komponen mesin. Jika sudah terlalu lama tidak diganti, maka oli mesin yang sudah terlalu kental dan kotor akan berpotensi merusak komponen bagian dalam mesin. Contohnya saja merusak piston, dinding silinder dan juga bantalan poros engkol. Hal tersebut dikarenakan oli yang sudah buruk kualitasnya tersebut akan membuat komponen-komponen mesin harus bekerja melebihi kemampuan. Akibatnya, komponen mesin rentan rusak, tergores, karatan atau bahkan terbakar.

Waduh, malah jadi rugi bandar kalau begini jadinya. Oli yang kotor bisa merusak piston,dinding silinder dan juga bantalan poros engkol. Dari kerusakan ringan seperti tergores dan karatan, sampai terbakar! Ngeri banget kan?

Sehingga disarankan tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan masing-masing pabrikan mobil. Jika Anda malas mengantri lama di bengkel, maka telepon saja bengkel yang bisa datang ke rumah Anda. Selain hemat tenaga juga lebih praktis.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan untuk para pembaca setia blog ini. Semoga bermanfaat dan bisa mejadi perhatian kita sebagai pemilik mobil supaya lebih memperhatikan lagi kondisi mobil yang sering kita gunakan. Agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah dengan langkah dan penanganan yang tepat.

Salam otomotif!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *