Perlukah Memanaskan Mesin Di Pagi Hari

Pertanyaan seperti ini sering muncul di kalangan masyarakat pengguna kendaraan bermotor, bahkan ada yang menjadi kegiatan ini sebagai rutinitas setiap pagi hari. Untuk kondisi kendaraan yang tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama memang dianjurkan untuk dipanaskan terlebih dahulu sebelum dipakai. Tetapi untuk motor yang keluaran terbaru seperti 2012 keatas misalnya, tidak perlu lagi dipanaskan saat akan digunakan. Karena sudah bisa diajak berlari dengan normal.

Sebenarnya memanaskan mesin dipagi hari ini tujuannya membuat mesin bekerja pada suhu kerja 80-90 derajat. Serta bertujuan agar oli pelumas bersirkulasi dengan merata sebelum kendaraan digunakan. Sayangnya banyak yang belum mengerti, bukan membuat mesin cepat panas malah mesin dihidupkan pada putaran tinggi. Idealnya dalam memanaskan mesin ini dalam keadaan stasioner atau tidak menambah gas tidak. Dengan perkembangan teknologi, saat ini kendaraan keluaran baru sudah menggunakan teknologi fuel injection, apakah memanaskan kendaraan masih perlu?

Teknologi injeksi menggunakan sistem kontrol elektronik, maka kebutuhan bahan bakar sudah diatur dalam segala kondisi. Jadi sebetulnya tidak begitu penting lagi proses pemanasan mesin untuk didapatkan suhu kerja mesin. Kebutuhan bahan bakar untuk mesin sudah diatur oleh Engine Control Module (ECM) dan tak perlu menarik handel gas ketika dipanasi.

Namun bila ini msudah menjadi kebiasaan, panaskan mesin jangan terlalu lama, cukup 1 menit saja. Karena bila terlalu lama hanya menimbulkan dampak negatif.

Karena meskipun dalam kondisi stasioner mesin tetap mengkonsumsi bahan bakar dan akan terbuang percuma. Bahkan dampak yang lebih berbahaya gas buang yang keluar dari knalpot, mengandung gas-gas yang berbahaya seperti HC, Nox,Co2. Jika anda memanaskan mobil dalam waktu yang lama, sementara kendaraan diam ditempat secara otomatis tempat anda akan dipenuhi oleh gas-gas beracun. Apalagi ada yang memanaskan kendaraan di dalam ruangan, tentu hal ini sangat berbahaya.

Cukup 30 detik dan maksimal 1 menit. Biarkan stasioner saja, dan oli sudah dapat bersirkulasi dengan baik pada putaran mesin stasioner. Tidak perlu digeber-geber karena akan sia-sia. Memanaskan mesin tak lebih lebih dari satu menit, ada beberapa keuntungan. Pertama, mesin sudah mendapat sirkulasi oli dengan baik. Kedua, suhu mesin sudah cukup hangat untuk melakukan perjalanan (running), dan ketiga, efisien dalam penggunaan bahan bakar atau tidak banyak terbuang percuma saat dipanasi.

Pemborosan

Kalau terlalu lama (memanasi), bensin terbuang sia-sia. Sayang, lebih baik dibuat jalan. Lalu ada kemungkinan komponen lain seperti knalpot akan mengalami panas berlebihan. Bahkan bisa merusak cat knalpot tersebut. Andai tak dipanaskan pun, sepeda motor injeksi sudah siap diajak lari. Gejala ”brebet” ketika kurang panas, seperti yang sering dialami sepeda motor dengan karburator akan sangat jarang terjadi.

Salah satu bukti konkret, keberadaan tuas choke yang dulu dipasang untuk membantu ketika mesin sulit dihidupkan, kini sudah tak digunakan lagi. Bahkan saat ini keberadaannya sudah cukup langka untuk sepeda motor model baru. Pria ramah itu pun mengatakan bahwa sepeda motorfuel injection tidak memerlukan choke ,karena sudah mempunyai sensor yang mendeteksi suhu mesin, sehingga mudah dihidupkan.

Jadi sudah cukup jelas bukan alasan dibalik kenapa tidak perlu lagi memanaskan kendaraan anda di pagi atau di saat sebelum digunakan untuk menjalani aktivitas sehari-hari anda. Mari merubah kebiasaan lama ini menjadi hal yang lebih biak lagi dalam memaksimalkan kendaraan anda.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *