Cara Agar Bahan Bakar Tidak Boros

empty-tank

Penyebab Bahan Bakar Boros – Di saat harga minyak dunia yang sedang tidak menentu, harga bahan bakar di Indonesia pun mulai mengalami kenaikan harga. Di tahun 2015 saja sudah berapa kali pemerintah mengubah harga bahan bakar seperti premium, solar ataupun pertamax. Untuk mensiasati hal tersebut, kami berikan langkah-langkah yang bisa menekan nilai konsumsi bahan bakar pada kendaraan anda, berikut poin-poinnya :

1. Sesuaikan Oktan BBM
Menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah cara paling sederhana dalam menghemat konsumsi BBM. Saat ini, sebagian besar mobil telah mensyaratkan BBM dengan oktan minimal 90.
BBM yang sesuai dengan mesin membuat proses pembakaran dapat berlangsung optimal. Tenaga yang keluar secara maksimal membuat pengemudi tidak perlu menekan gas terlalu dalam. Selain hemat, cara ini juga dapat memperpanjang usia komponen bergerak.
Dengan cara ini sebetulnya Anda harus memilih, apakah akan tetap mempertahankan menggunakan BBM dengan oktan yang rendah dan murah tetapi lebih boros, atau menggunakan mesin dengan oktan yang sesuai tetapi berharga lebih mahal.

2. Pendingin Udara
Pendingin udara juga mempengaruhi konsumsi BBM. Banyak yang tidak sadar jika performa pendingin udara untuk kabin terus menurun. Kerja pendingin udara pun semakin tidak maksimal. Akhirnya, pengemudi akan terus memaksimalkan kinerja pendingin udara.
Karena itu, cara lain yang dapat kurangi konsumsi BBM adalah menggunakan pendingin udara sewajarnya. Jangan paksakan pendingin tersebut terus menerus bekerja dalam kondisi maksimalnya. Pengemudi bahkan bisa sesekali tidak menyalakannya.
Saat pendingin udara terus bekerja, maka hal tersebut akan semakin membebani kerja mesin. Semakin maksimal kinerja pendingin tersebut, maka mesin akan semakin bekerja ekstra dan pada akhirnya BBM yang dibutuhkan semakin banyak.

3. Filter Udara
Kotoran yang menempel pada saluran menuju ruang bakar dapat membuat mobil lebih boros BBM. Hal ini disebabkan karena performa kendaraan menurun dan pengemudi akan cenderung menekan pedal gas lebih dalam karena tenaga mobil tereduksi.
Karena itu, cara pertama yang dapat dilakukan untuk menghemat BBM adalah dengan cara membersihkan filter udara menuju ruang bakar. Pastikan untuk selalu menjaga filter tetap bersih, termasuk filter BBM dan oli.

4. Tekanan Ban
Tekanan angin ban yang lebih rendah membuat mobil mengonsumsi BBM lebih banyak karena membutuhkan tenaga yang juga lebih untuk menggerakkan ban. Tekanan angin yang lebih rendah 10 psi membuat mobil lebih boros BBM sekita 2 km/liter.
Karena itu, salah satu cara lain untuk menghemat konsumsi BBM adalah dengan menggunakan tekanan angin ban yang paling sesuai. Paling mudah, pengemudi tinggal menyesuaikannya dengan rekomendasi pabrikan saja.
Jangan lupa, selain menghemat BBM, tekanan angin ban yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan juga lebih meningkatkan keselamatan berkendara. Jadi, segera cek, apakah tekanan angin ban telah sesuai atau belum.

5. Balancing Ban
Selain menyesuaikan tekanan angin, menjaga ban tetap dalam kondisi yang seimbang atau balance adalah cara lain agar mobil Anda lebih hemat dalam mengonsumsi bahan bakar. Selain itu, sudut keselarasan roda juga berpengaruh.
Jika ban tidak balance, maka pengendara akan cenderung agresif ketika menekan pedal. Mesin pun butuh tenaga ekstra saat memutar ban dan pada akhirnya meningkatkan konsumsi BBM. Hal yang sama terjadi juga jika sudut roda tidak selaras.
Karena itu, selalu periksa apakah ban Anda telah seimbang atau belum. Begitu pula dengan keselarasan ban. Anda bisa mengecek keduanya dan langsung memperbaikinya jika memang tidak seimbang di bengkel terpercaya.

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *